Manado, zona-nesia.com – Proyek preservasi jalan nasional di Sulawesi Utara bernilai Rp63,6 miliar menjadi sorotan publik.
Papan proyek yang terpasang atas nama Kementerian PUPR – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulut ini mencantumkan pekerjaan untuk ruas Air Madidi – BTS KOTA Tondano – Langowan – Ratahan – Belang – Tondano – Wasian – Kakas – Langowan – Kawangkoan dengan panjang penanganan lebih dari 23 km untuk jalan dan 167 meter penanganan jembatan.
Namun, di lapangan muncul keluhan dari masyarakat sekitar yang menilai pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai standar.
Warga menyoroti beberapa bagian ruas yang terlihat tidak rapi, tipis, dan terkesan dikerjakan secara terburu-buru. Ada pula laporan jalan yang mulai rusak meski proyek baru berjalan.
Padahal, di papan proyek tertulis jelas pesan penting:
“Proyek ini dibiayai dari pajak yang Rakyat bayar, mari kita awasi bersama.”
Dengan anggaran yang begitu besar dan masa pekerjaan mencapai lebih dari 500 hari, warga berharap kualitas hasil kerja sesuai dengan nilai proyek.
Mereka meminta PPK, konsultan pengawas, serta pihak kontraktor PT Parwata Kencana Abadi benar-benar memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi dan tidak asal-asalan.
Hingga kini, pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi atas dugaan pekerjaan yang dinilai kurang maksimal tersebut.
