Jakarta, zona-nesia.com – Pemerintah pusat mempercepat langkah penanganan darurat di Kabupaten Aceh Tamiang menyusul banjir besar dan kerusakan infrastruktur yang melumpuhkan akses utama.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan mobilisasi bantuan, termasuk pendistribusian BBM dan alat berat dari Kota Medan, Sumatera Utara, menuju wilayah terdampak.
Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Kabinet, pengiriman logistik vital tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, yaitu Pertamina, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Semua unsur tersebut dikerahkan untuk membuka kembali jalur darat dan memulihkan infrastruktur yang rusak akibat banjir.
“Dorongan BBM dan alat berat dari Pertamina, Kementerian PUPR, dan Kementerian Perhubungan dalam perjalanan dari Medan menuju Aceh Tamiang. Akses jalur darat setiap hari harus makin dapat dilalui,” demikian rilis resmi pemerintah.
Selain pendistribusian logistik, pemerintah juga mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor, memperbaiki badan jalan, hingga memulihkan jembatan yang mengalami kerusakan parah.
Foto udara yang dirilis sejumlah media menunjukkan konvoi truk BBM, ekskavator, dan kendaraan logistik melintasi ruas jalan yang masih tergenang dan terputus.
Ketua MPR sekaligus tokoh politik nasional, Ahmad Muzani, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memantau langsung situasi di lapangan dan memberikan instruksi agar seluruh kementerian bergerak cepat.
“Beliau sedang mengerahkan seluruh kekuatan untuk memulihkan kondisi di wilayah terdampak, termasuk infrastruktur yang terputus,” ujarnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sembari mempercepat pemulihan ekonomi dan mobilitas warga Aceh Tamiang.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa akses ke beberapa kecamatan masih terbatas akibat kerusakan jalan dan tingginya genangan air.
Pemerintah menegaskan bahwa distribusi BBM, alat berat, serta pembukaan jalur darat akan terus dilanjutkan hingga seluruh wilayah terdampak bisa terjangkau bantuan.
Pemantauan dilakukan secara berkala dan operasi pemulihan diperkirakan berlangsung intens dalam beberapa hari ke depan.
