Manado, zona-nesia.com — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia Anti Korupsi (INAKOR) Sulawesi Utara mengapresiasi kinerja Bank SulutGo (BSG) yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp372 miliar pada tahun buku 2025, tertinggi dalam enam tahun terakhir.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua INAKOR Sulut Sulawesi Utara, Rolly Wenas, menanggapi pemberitaan Tribunmanado.co.id terkait capaian kinerja keuangan bank milik daerah tersebut.
Menurut Rolly, capaian laba tersebut menunjukkan bahwa BSG masih mampu menjaga kinerja dan stabilitas usaha di tengah tekanan ekonomi global, proses pemulihan pasca-pandemi, serta persaingan sektor perbankan yang semakin ketat.
“Kami mengapresiasi jajaran manajemen dan seluruh insan Bank SulutGo atas capaian laba, pertumbuhan aset, serta peningkatan dana pihak ketiga. Ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang masih terjaga terhadap BSG sebagai bank milik daerah,” ujar Rolly, Selasa (13/01/26).
Ia menilai pertumbuhan aset BSG yang mencapai Rp23,7 triliun serta peningkatan dana pihak ketiga menjadi Rp18,2 triliun merupakan indikator positif atas kinerja operasional dan kepercayaan publik.
Meski demikian, Rolly mengingatkan bahwa capaian positif tersebut perlu dibarengi dengan perhatian serius terhadap sejumlah tantangan yang juga disampaikan secara terbuka oleh manajemen BSG, khususnya terkait pertumbuhan kredit dan kenaikan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).
“Pernyataan Direksi BSG mengenai tantangan kredit dan NPL justru menunjukkan adanya keterbukaan dan kesadaran internal untuk terus berbenah. Dalam industri perbankan, transparansi dan evaluasi berkelanjutan merupakan bagian penting dari tata kelola yang sehat,” jelasnya.
Sebagai bank milik daerah, lanjut Rolly, BSG memiliki peran strategis tidak hanya dalam mengejar profitabilitas, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan sektor produktif serta pengelolaan risiko yang prudent dan profesional.
“Kinerja keuangan yang baik harus berjalan seiring dengan prinsip kehati-hatian, penguatan manajemen risiko, serta konsistensi penerapan Good and Clean Governance agar keberlanjutan bank tetap terjaga dalam jangka panjang,” tegasnya.
Rolly yang juga dikenal sebagai pegiat anti korupsi menambahkan bahwa pencapaian laba di sektor perbankan daerah harus selalu dibarengi dengan penguatan integritas dan tata kelola yang transparan.
“Capaian laba dan pertumbuhan harus dijaga melalui penguatan integritas, transparansi, dan tata kelola yang baik. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” ujarnya.
INAKOR Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk terus bersikap objektif dan konstruktif, baik dalam memberikan apresiasi maupun masukan, sebagai bagian dari peran masyarakat sipil dalam mendorong penguatan BUMD yang profesional dan akuntabel.
