BSG Cetak Laba Besar, INAKOR Nilai Komitmen Gubernur Jadi Penentu Tata Kelola BUMD

Spread the love

Manado, zona-nesia.com – Capaian laba bersih Bank SulutGo (BSG) sebesar Rp372 miliar pada tahun buku 2025 dinilai sebagai sinyal positif bagi keberlangsungan bank milik daerah di tengah tekanan ekonomi dan persaingan industri perbankan.

Ketua LSM INAKOR Sulawesi Utara, Rolly Wenas, menyebut raihan laba tersebut membuktikan bahwa BSG masih memiliki daya tahan dan kemampuan adaptasi yang baik, meskipun dihadapkan pada tantangan global, pengetatan likuiditas, serta meningkatnya risiko kredit.

“Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, capaian laba BSG patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa bank daerah masih mampu menjaga performa dan kepercayaan publik,” kata Rolly di Manado.

Ia menilai, kinerja keuangan BSG yang ditopang oleh aset Rp23,7 triliun dan dana pihak ketiga Rp18,2 triliun tidak hanya mencerminkan hasil kerja manajemen, tetapi juga menggambarkan posisi strategis BSG dalam perekonomian Sulawesi Utara.

Namun, Rolly mengingatkan bahwa keberhasilan finansial tidak boleh membuat manajemen lengah.

Ia menyoroti perlunya perhatian serius terhadap pertumbuhan kredit serta pengendalian kredit bermasalah (NPL) agar kinerja positif tidak bersifat jangka pendek.

“Pengakuan manajemen terhadap adanya tantangan kredit dan NPL justru menunjukkan sikap profesional. Yang terpenting adalah bagaimana perbaikan itu dilakukan secara konsisten dan terukur,” ujarnya.

Sebagai bank pembangunan daerah, lanjut Rolly, BSG memiliki tanggung jawab ganda: menjaga profitabilitas sekaligus memastikan pembiayaan yang disalurkan benar-benar mendukung sektor produktif dan pembangunan daerah.

Ia juga menyinggung peran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sebagai pemegang saham, yang dinilainya berkontribusi dalam menciptakan iklim pembinaan BUMD yang lebih sehat.

“Komitmen Gubernur Sulawesi Utara dalam mendorong tata kelola BUMD yang profesional dan transparan menjadi faktor penting agar bank daerah tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga akuntabel,” katanya.

Dari sudut pandang gerakan antikorupsi, Rolly menegaskan bahwa laba dan pertumbuhan keuangan harus sejalan dengan penguatan integritas, pengawasan internal, serta penerapan prinsip kehati-hatian.

“Keberhasilan bank daerah tidak boleh hanya diukur dari angka laba. Integritas, tata kelola yang bersih, dan keberpihakan pada kepentingan publik adalah kunci utama menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

INAKOR Sulawesi Utara menyatakan akan terus menjalankan peran kontrol sosial secara objektif, baik melalui apresiasi maupun kritik konstruktif, guna mendorong BUMD yang sehat, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *