Akses Sulit, Siswa Sekolah Terpencil di Parigi Moutong Menantang Arus Sungai Setiap Hari

Spread the love

Tak Ada Akses Jembatan, Siswa dan Guru di Pelosok Parigi Moutong Terpaksa Seberangi Sungai ke Sekolah

zona-nesia.com  – Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan siswa dan guru menuju sekolah di daerah terpencil kembali viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan anak-anak sekolah dasar harus menyeberangi sungai demi bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Video itu diunggah oleh seorang guru di daerah terpencil melalui akun Instagram @najib_nadir. Dalam unggahannya, ia memperlihatkan perjalanan menuju SD Negeri Terpencil Bainaa Barat yang berada di Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Tampak dalam video sejumlah siswa harus menyeberangi sungai yang cukup lebar tanpa jembatan. Arus sungai terlihat deras, sementara anak-anak berjalan beriringan dengan penuh kehati-hatian agar tidak terjatuh.

Harap Ada Bantuan Pembangunan Jembatan

Dalam keterangan video yang diunggah, guru tersebut menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar membantu menyediakan akses yang lebih aman bagi siswa dan guru.

“Bantu kami tag pemerintah. Kalau memang MBG sulit untuk kami di sekolah terpencil, boleh tidak kami dibuatkan jembatan saja, Pak,” tulisnya, dikutip Senin, 16 Februari 2026.

Ia juga tampak bertanya langsung kepada para siswa yang tengah menyeberangi sungai soal kebutuhan yang paling mereka perlukan.

“Lebih butuh jembatan atau MBG?” tanyanya.
“Jembatan,” jawab para siswa kompak.

Guru tersebut menegaskan bahwa unggahan itu bukan untuk menjatuhkan pihak mana pun. Ia menjelaskan perbandingan antara kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan jembatan disampaikan karena kondisi geografis sekolahnya yang sulit dijangkau.

“Postingan ini bukan untuk menjatuhkan siapa pun. Pemerintah pusat ada dua program, MBG dan jembatan. Kebetulan kami berada di pelosok yang sulit diakses SPPG,” jelasnya.

“Kalau MBG belum bisa kami dapatkan, setidaknya program jembatan bisa terealisasi untuk siswa kami,” lanjutnya.

Sungai Berpotensi Berarus Deras Saat Hujan

Dalam video lain yang diunggah sebelumnya pada 8 Januari 2026, guru tersebut juga memperlihatkan kondisi para tenaga pendidik yang harus menyeberangi sungai dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Air sungai tampak keruh dengan arus cukup deras, memaksa para guru menenteng sepatu dan tas agar tidak basah.

“Belajar yang rajin ya, Nak. Pak gurumu ini menantang nyawa setiap hari untuk sampai ke sekolah,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran saat musim hujan tiba. Menurutnya, hujan deras kerap membuat sungai meluap dan membahayakan keselamatan siswa.

“Siswa kami tidak tenang belajar saat hujan karena takut sungai meluap,” tambahnya.

Menuai Dukungan dan Simpati Warganet

Video tersebut telah ditonton lebih dari 220 ribu kali dan menuai beragam respons dari warganet. Banyak yang menyampaikan simpati sekaligus berharap pemerintah segera turun tangan.

Tak sedikit pula warganet yang menyoroti peran pemerintah daerah, mulai dari tingkat kelurahan hingga provinsi, agar lebih memperhatikan akses pendidikan di wilayah terpencil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *