Minahasa, Zonanesia.com- Tipikor Polda Sulut didesak segera periksa kegiatan lelang 4 paket proyek dengan total anggaran Rp3,3 miliar di Kampus IPDN yang berada di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Adapun 4 paket proyek yang diduga kuat sarat rekayasa dan menyimpabg dalam lelang proyek yakni 1 paket Pemiliharaan Pos dan Pagar senilai 350 juta, kedua yakni paket peliharaan banguna/gedung Auditorium Rp paket ketiga pemiliharaan kantor bertingkat gedung/bangunan admistrator Rp 1 miliar dan terakhir yakni keempat adalah pemiliharaan bangunan/gedung kuliah Rp 425 juta .
Menurut sumber resmi, penyimpangan lelang 4 proyek dengan total anggaran 2,3 miliar, karena tidak mencantumkan Dokumen Kompetisi sesuai dengan Lampiran Surat DirJen Bina Konstruksi.Surat Direktur Jenderal Bina Konstruksi Nomor : PA 0106-DK/1111
Tanggal : 2 September 2025 dalam. lelang tersebut.
“4 paket Mini Kompetisi Katalog yang sudah ada pemenang ternyata tidak membuat Standar Dokumen Kompetisi, seharusnya sesuai aturan harus dibuat,” terang sumber kepada Media., Rabu (28/10/2025) tadi.
“PPK tidak memberikan/membuat dokumen mini Kompetisi (kalau di Tender disebut Dokumen Lelang) melainkan hanya DED (Detail Engineering Design atau GAMBAR RENCANA), KAK (Kerangka Acuan Kerja) dan RKS (Rencana Kerja dan Syarat),” jelas sumber menerangkan penyimpangan lelang 4 paket proyek di Kampus IPDN tersebut.
Dugaan rakayasa permainan lelalang proyek total anggaran 2,3 miiar di IPDN ini ikut disorot Ketua Brigade Nusantara Sulut Maichel Salim, SE..
“Kami minta pihak Polda Sulut dan Polres Minahasa segera memeriksa oknum PPK di IPDN, karena diduga tender beraroma KKN dan ini sangat fatal karena IPDN adalah lembaga pendikan calon-caon birokrat ke depan.,” tegas Tonaas Salim.
Sementara itu, oknum PPK yakni Agung Purwanto ketika dikonfirmasi Media ini, tak direspon oleh PPK tersebut. Padahal wartawan sudah mencoba menghubungi telpon Whatsapp bahkan Chat WA ke nomor tersebut tapi tak dibalas. (tim)
