Kejadian mengerikan ini bermula dari pesta miras jenis cap tikus di sebuah rumah kos Hesty di Kelurahan malalayang Satu Barat,kecamatan Malalayang Kota Manado.

pukul 14:00 wita Dalam kondisi mabuk berat, pelaku meminta rokok kepada korban. Namun karena korban tidak memiliki rokok, pelaku langsung tersulut emosi.

Adu mulut pun pecah dan dengan cepat berubah menjadi aksi kekerasan brutal. Pelaku menghajar korban tanpa ampun—memukul wajah dan menendang perut korban hingga tersungkur tak berdaya.

Belum puas, pelaku mengambil parang dan secara membabi buta menebas korban. Tebasan keras itu mengenai tangan kiri korban hingga mengalami luka robek parah dan nyaris putus.
Melihat korban bersimbah darah, pelaku panik lalu kabur meninggalkan lokasi. Ia sempat bersembunyi di rumah rekannya, namun bukannya tenang, pelaku kembali membuat keributan dalam kondisi masih dipengaruhi alkohol.
Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat ke lokasi. Meski pelaku sempat melarikan diri, tim Buser Reskrim Polsek Malalayang di bawah pimpinan Panit Tiga Buser Aipda Syamsuddin JK bersama Aipda Fandi Adompo bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Berbekal keterangan saksi, termasuk pacar pelaku RM (29), aparat akhirnya berhasil meringkus pelaku dalam waktu kurang dari 12 jam. Pelaku diamankan bersama barang bukti berupa parang.
“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” tegas Aipda Syamsuddin.
Kapolsek Malalayang, AKP Jusman Mori, S.I.K., M.M., membenarkan peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa miras kembali menjadi pemicu utama tindak kekerasan.
Sementara itu, korban kini menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Malalayang akibat luka serius yang dideritanya.