zonanesia.com – Talaud – Kepolisian Sektor Kabaruan menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui aksi turun lapangan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kabaruan, Ipda Andika Eka Putra Amisi, S.H.
Pada Kamis pagi, 26 Februari 2026, jajaran personel Polsek Kabaruan berkumpul di perkebunan Butan, Desa Taduna, Kabupaten Kepulauan Talaud, untuk melaksanakan penanaman jagung kuartal pertama. Langkah ini diambil sebagai implementasi strategis Polri dalam menyukseskan program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah pada tahun 2026.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA tersebut melibatkan seluruh elemen personel Polsek yang bahu-membahu mengolah lahan milik keluarga Elungan-Salale. Dengan estimasi luas mencapai 0,5 hektar, lahan tersebut diproyeksikan menjadi percontohan pemanfaatan area produktif di wilayah kepulauan.
Di sela-sela kegiatan, Kapolsek Kabaruan Ipda Andika Eka Putra Amisi menekankan bahwa kehadiran Polri bukan sekadar untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian. Ia menyatakan bahwa aksi ini merupakan instruksi langsung untuk memastikan ketersediaan pangan di tingkat akar rumput tetap stabil.
“Kami ingin memastikan bahwa Polri hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal. Penanaman jagung ini adalah langkah awal dari target berkelanjutan kami sepanjang tahun 2026 untuk mendukung cita-cita swasembada pangan nasional. Kami berharap inisiatif ini dapat memotivasi warga Desa Taduna dan sekitarnya untuk lebih produktif dalam mengelola lahan mereka,” ujar Ipda Andika.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan semangat kebersamaan dan berakhir pada pukul 11.00 WITA. Kondisi di lapangan terpantau aman dan kondusif, menandai keberhasilan koordinasi antara pihak kepolisian dan pemilik lahan. Melalui perluasan pemanfaatan lahan seperti ini, Polsek Kabaruan optimistis dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kemandirian pangan di wilayah perbatasan, sekaligus mempererat hubungan emosional antara aparat dan warga demi terciptanya situasi kamtibmas yang harmonis.
