BPMP Sulut Serukan Gerakan MPLS Ramah dan Menyenangkan, Ini Poin-Poin Pentingnya

Foto Dok: Kepala BPMP Sulawesi Utara, Febry H.J. Dien, S.T., M.Inf.Tech (Man)
Spread the love

zona-nesia.com,SULUT—Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Tahun Ajaran Baru 2026/2027 resmi segera dimulai awal pekan depan. Menyambut hal tersebut, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara mengajak seluruh sekolah di Sulawesi Utara (Sulut) menggelar “MPLS Ramah”.

Kepala BPMP Sulawesi Utara, Febry H.J. Dien, S.T., M.Inf.Tech (Man), mengatakan MPLS bukan cuma acara kumpul-kumpul awal tahun. Ini saat momentum yang tepat untuk membentuk karakter anak melalui lewat pengalaman pertama yang positif di lingkungan sekolah.

“MPLS harus bermakna dan menggembirakan. Kita mau muliakan hak anak sejak hari pertama,” uajar Febry Dien saat memberikan tanggapan, Jumat 10/7/2026.

MPLS Ramah tahun ini mengusung semangat yang membuat sekolah terasa seperti rumah.

Tentunya, anak harus merasa aman secara psikologis tanpa bentakan, hukuman fisik, ejekan, atau perundungan.

Sejak hari pertama, murid juga diajak peduli lingkungan lewat kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler sendiri, mengurangi plastik, dan menjaga kebersihan kelas.

Selain itu, MPLS tidak boleh membebani orang tua. Tidak ada iuran tambahan, atribut wajib yang mahal, atau kegiatan jualan berkedok MPLS. Semua anak berhak ikut dengan tenang.

Kepala BPMP Sulawesi Utara Febry Dien menegaskan, sekolah harus jadi “rumah kedua” bagi murid.

Tempat yang bikin anak merasa aman, nyaman, tenang, dan bahagia.

Karena itu, MPLS Ramah menolak segala bentuk kekerasan, bullying, dan intoleransi.

Ia mengajak guru, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk kompak mengawal MPLS agar jadi budaya baru yang lebih manusiawi,” ujarnya.

Biar program ini berjalan baik, Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota diminta ikut memantau.

Kepala sekolah dan perwakilan murid baru juga wajib isi evaluasi di karakter.data.kemdikbud.go.id. Hasilnya akan dipakai untuk memperbaiki MPLS tahun depan.

“Kita mau pastikan MPLS jadi kenangan manis, bukan awal trauma anak di sekolah,” tutup Kepala BPMP Sulawesi Utara Febry Dien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *