Tokoh Muda Sulut Hendra Jacob Soroti Narasi Provokatif di Ruang Digital: Demokrasi Bukan Ruang Fitnah

Spread the love

zonanesia.com – Sulawesi Utara — Tokoh muda Sulawesi Utara, Hendra Jacob, S.IP, menyampaikan keprihatinannya terhadap berkembangnya narasi provokatif dan opini liar di media sosial yang dinilai berpotensi memecah belah persatuan bangsa serta menyerang kehormatan kepala negara.

 

Dalam keterangannya, Hendra Jacob menegaskan bahwa kebebasan berpendapat memang merupakan bagian penting dari sistem demokrasi yang dijamin oleh konstitusi. Namun demikian, kebebasan tersebut tidak boleh disalahgunakan untuk menyebarkan tuduhan tanpa dasar, fitnah, maupun narasi yang dapat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

 

“Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Tetapi kebebasan itu harus disertai tanggung jawab moral dan etika. Kita bebas berpendapat, tetapi jangan liar pendapatnya,” tegas Hendra Jacob.

 

HJ — sapaan akrab Hendra Jacob — juga menyoroti pernyataan politikus senior Amien Rais dalam sebuah tayangan di kanal YouTube pribadinya terkait isu kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Menurutnya, narasi yang berkembang tanpa dasar yang jelas dapat mencederai semangat demokrasi sehat dan tidak mencerminkan sikap kenegarawanan.

 

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyikapi informasi yang belum terverifikasi. Di era digital saat ini, kata Hendra, masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh opini yang dapat memicu konflik sosial.

 

“Media sosial harus menjadi sarana edukasi dan pemersatu bangsa, bukan alat untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun provokasi politik yang dapat merusak kepercayaan publik,” ujarnya.

 

Hendra Jacob juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya demokrasi yang sehat, menghargai perbedaan pendapat, serta mengedepankan fakta dan data dalam setiap diskusi publik.

 

Menurutnya, bangsa Indonesia membutuhkan suasana demokrasi yang bermartabat, damai, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

 

“Bijak bermedia sosial, saring sebelum sharing. Mari kita jaga persatuan, lawan hoaks, dan bersama membangun bangsa yang kuat,” tutupnya. (Vchan)

*Hajar Sulut*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *