
MANADO | zona-nesia.com Sabtu 20 Juni 2026. Aksi tawuran antar kampung (tarkam) yang kembali pecah di wilayah Kecamatan Singkil, Manado, kembali memakan korban. Seorang pria dilaporkan mengalami luka serius setelah diduga terlibat dalam bentrokan yang melibatkan sejumlah kelompok warga. Korban diketahui terkena senjata tajam jenis panah wayer, senjata rakitan yang selama ini kerap digunakan dalam berbagai aksi kekerasan jalanan.
Menerima laporan dari masyarakat, Tim URC Resmob Polresta Manado langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa panah wayer yang diduga digunakan dalam aksi tawuran tersebut. Polisi juga terus melakukan pengembangan guna mengidentifikasi dan memburu para pelaku yang terlibat.
Peristiwa ini kembali menjadi bukti bahwa aksi tawuran antar kampung masih menjadi ancaman serius bagi keamanan dan ketertiban masyarakat. Bentrokan yang dipicu persoalan sepele atau aksi saling provokasi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi merenggut nyawa dan menghancurkan masa depan para pelakunya.
Kasat Reskrim Polresta Manado AKP. Elwin Kristanto S.I.K.,M.H memberikan peringatan keras kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemuda, agar tidak lagi terlibat dalam aksi tawuran. Selain berisiko mengalami luka berat bahkan kehilangan nyawa, para pelaku juga dapat berhadapan dengan proses hukum yang tegas sesuai peraturan yang berlaku.
Tidak hanya berdampak pada aspek hukum dan keselamatan, aksi tawuran juga membawa konsekuensi ekonomi yang sangat berat bagi keluarga korban. Ketika seseorang mengalami luka akibat terkena panah wayer atau senjata tajam lainnya, biaya pengobatan dan perawatan medis dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Beban tersebut pada akhirnya harus ditanggung oleh keluarga yang sering kali harus berjuang keras mencari dana demi menyelamatkan anggota keluarganya.
Polisi mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan perangkat lingkungan untuk bersama-sama mencegah terjadinya tawuran. Kerja sama semua pihak dinilai penting agar generasi muda tidak terjerumus dalam tindakan kriminal yang hanya membawa penderitaan bagi diri sendiri maupun keluarga.
“Kebanggaan tidak diperoleh dari tawuran. Yang tersisa hanyalah korban, penyesalan, proses hukum, dan beban biaya yang harus ditanggung keluarga,” tegas Kasat Elwin Kristanto
Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Polresta Manado dan petugas terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
