MINAHASA, zona-nesia.com – Anggota DPRD Kabupaten Minahasa dari PDI Perjuangan, Franciscus Enoch, akhirnya angkat bicara terkait isu dugaan perselingkuhan yang sempat beredar di tengah masyarakat dan kembali mencuat menjelang pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak di Kabupaten Minahasa.
Enoch menegaskan bahwa tuduhan yang diarahkan kepadanya tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak pernah didukung oleh fakta maupun bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, isu tersebut merupakan informasi yang tidak benar dan sengaja dimunculkan kembali pada momentum politik di tingkat desa.
Ia mengaku sengaja memilih tidak memberikan tanggapan saat isu tersebut pertama kali beredar.
Keputusan itu diambil karena dirinya tidak ingin suasana masyarakat menjadi gaduh, terlebih saat perhatian publik sedang tertuju pada pelaksanaan Pilhut, termasuk pencalonan istrinya dalam kontestasi tersebut.
“Saya sengaja tidak menanggapi karena tidak ingin masyarakat maupun para pendukung menjadi resah. Fokus saya saat itu adalah menjaga agar proses Pilhut berjalan dengan baik tanpa terganggu oleh isu yang tidak benar,” ujar Enoch kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).
Menurut Enoch, kemunculan kembali isu lama tersebut tepat saat pelaksanaan Pilhut menimbulkan tanda tanya.
Ia menilai ada pihak-pihak tertentu yang berupaya memanfaatkan isu pribadi untuk kepentingan persaingan politik.
“Isu ini sebenarnya sudah lama. Namun tiba-tiba kembali dimunculkan ketika Pilhut berlangsung, apalagi saat istri saya ikut menjadi peserta. Saya melihat ada upaya tertentu untuk memanfaatkan isu pribadi sebagai bahan serangan dalam persaingan politik,” katanya.
Enoch menegaskan hingga saat ini tidak ada satu pun fakta maupun bukti yang membenarkan tuduhan tersebut. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial atau sumber-sumber yang tidak jelas.
“Saya pastikan tuduhan itu tidak benar. Masyarakat harus lebih cermat dalam menyikapi informasi, terutama yang beredar melalui media sosial atau dari sumber yang tidak jelas,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat, Enoch mengatakan dirinya lebih memilih fokus menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota DPRD daripada menanggapi isu yang menurutnya tidak berdasar.
Ia menilai masih banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan perjuangan melalui jalur legislatif.
Selain itu, Enoch mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam kehidupan demokrasi. Menurut dia, perbedaan pilihan politik seharusnya tidak menjadi alasan untuk menyebarkan informasi yang berpotensi merusak reputasi seseorang.
“Demokrasi harus dibangun dengan cara-cara yang sehat. Jangan sampai fitnah dan informasi bohong dijadikan alat untuk menjatuhkan pihak lain demi kepentingan sesaat,” ujarnya.
Kepada insan pers, Enoch juga berharap media tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dengan mengedepankan prinsip keberimbangan dan verifikasi sebelum mempublikasikan informasi kepada publik.
“Saya menghormati kerja jurnalistik. Karena itu saya berharap setiap informasi yang diterima dapat diverifikasi terlebih dahulu dan pihak yang diberitakan diberikan kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan akurat,” katanya.
Franciscus Enoch dikenal sebagai salah satu politisi PDI Perjuangan yang memperoleh dukungan signifikan pada Pemilu 2024.
Ia berhasil meraih 2.961 suara dan menjadi peraih suara terbanyak di Daerah Pemilihan Minahasa V yang meliputi Kecamatan Tombariri, Tombariri Timur, dan Mandolang.
Sementara itu, istrinya, Indria Lighaya Suwu, baru saja memperoleh kepercayaan masyarakat dalam Pilhut serentak Kabupaten Minahasa yang digelar pada 17 Juni 2026.
Berdasarkan hasil pemungutan suara, Indria terpilih sebagai Hukum Tua Desa Koha Timur untuk periode mendatang.
Enoch berharap masyarakat tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, sehingga iklim demokrasi dan kehidupan sosial di Minahasa dapat tetap berjalan dengan sehat dan kondusif.
