Manado, zona-nesia.com – Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan kembali menjadi sorotan publik.
Dua rekaman suara berdurasi masing-masing sekitar 16 detik dan 20 detik yang diduga kuat milik Kapolres Boltim beredar luas di tengah masyarakat dan memicu polemik.
Dalam salah satu rekaman berdurasi 16 detik, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan terdengar menyebut bahwa perbaikan Kolam Renang Sario tidak menggunakan dana pribadi Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, SE (YSK), melainkan dibebankan kepada institusi Polri, dalam hal ini Polda Sulut serta jajaran Polres di wilayah Sulawesi Utara.
Pernyataan tersebut dinilai bertentangan dengan keterangan Gubernur Sulawesi Utara yang sebelumnya disampaikan di sejumlah media, di mana Gubernur YSK menegaskan bahwa perbaikan kolam renang tersebut menggunakan dana pribadi.
Sementara itu, dalam rekaman lain berdurasi sekitar 20 detik, terdengar pernyataan bernada emosional yang menyebutkan kalimat, “Maju pantang mundur walau dibilang cemen, jatuhnya meres, gue hajar ni Kadis Pendidikan, gue panggil. Gue bilang ini gara-gara gubernur loh.” Pernyataan tersebut menuai kecaman karena dinilai tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat publik.
Menanggapi beredarnya dua rekaman tersebut, salah satu relawan Barisan YSK membantah keras isi pernyataan yang disampaikan Kapolres Boltim. Ia menilai pernyataan tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik.
“Pernyataan ini sangat kami sesalkan dan patut dipertanyakan motifnya. Apa yang disampaikan dalam rekaman itu tidak sesuai dengan fakta yang telah dijelaskan langsung oleh Gubernur Sulut,” ujar relawan tersebut kepada media.
Lebih lanjut, relawan YSK mengecam keras pernyataan Kapolres Boltim yang dinilai telah melecehkan dan merendahkan martabat Gubernur Sulawesi Utara sebagai kepala daerah.
“Kami mengecam keras ucapan Kapolres Boltim. Ini bukan sekadar pernyataan biasa, tetapi sudah mencederai nama baik Gubernur Sulut. Kami meminta dalam waktu 1×24 jam Kapolres Boltim segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Gubernur Sulawesi Utara,” tegasnya.
Relawan tersebut juga menegaskan bahwa sikap yang mereka ambil murni sebagai bentuk pembelaan terhadap marwah kepemimpinan Gubernur Sulut, bukan untuk mencari perhatian atau keuntungan pribadi.
“Saya tidak mau cari muka ke Gubernur. Ini murni sikap moral kami sebagai relawan yang merasa kepemimpinan Pak YSK dilecehkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Bolaang Mongondow Timur AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp ke nomor +62 813-6129-xxxx hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.
