Pesta Miras Berujung Maut! Pemuda 20 Tahun Tewas Ditikam di Kleak, Pelaku Diamankan Polisi

Spread the love

MANADO|zona-nesia.com — Pesta minuman keras (miras) berujung maut. Seorang pemuda berusia 20 tahun, Amsur Muarif Solota, tewas setelah mengalami luka tikam pada bagian dada dalam insiden berdarah di depan sebuah pabrik tahu, Kelurahan Kleak Lingkungan IV, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 18.15 WITA.

Korban yang merupakan warga Desa Sidodadi, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado. Namun Nahas nyawanya tidak tertolong.

Pihak medis menyatakan korban meninggal dunia sekitar pukul 18.30 WITA akibat luka tikam pada bagian dada sebelah kiri.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan Alvulan Pakaya (23), warga Desa Sidodadi, Kecamatan Sangkub, Bolmut. Terduga pelaku diketahui bekerja sebagai buruh pada pabrik tahu tersebut.

Cekcok Saat Miras, Situasi Berubah Jadi Maut

Informasi awal yang dihimpun polisi menyebutkan, sebelum kejadian, terduga pelaku bersama korban dan seorang pria berinisial Abdul Kodir berada di halaman pabrik tahu dan diduga sedang mengonsumsi minuman keras.

Situasi kemudian memanas. Pertengkaran terjadi antara terduga pelaku dengan korban dan Abdul Kodir.

Menurut keterangan Alvulan kepada polisi, dirinya sempat dikeroyok oleh korban bersama Abdul Kodir. Perselisihan tersebut kemudian semakin memanas.

Alvulan mengaku masuk ke dalam pabrik dan mengambil sebilah pisau dapur. Setelah kembali ke lokasi, pertengkaran masih berlanjut.

Dalam keterangannya, Alvulan menyebut korban kemudian memukul dirinya. Dalam situasi tersebut, pisau yang dipegangnya kemudian mengenai tubuh korban hingga menyebabkan luka pada bagian dada sebelah kiri.

Korban langsung dievakuasi karyawan dan warga menuju Rumah Sakit Bhayangkara Manado. Namun, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Pelaku Sempat Diamankan Warga

Pasca kejadian, warga langsung mengamankan Alvulan di sekitar lokasi. Informasi mengenai penikaman tersebut kemudian diteruskan melalui Call Center 112.

Sekitar pukul 18.41 WITA, personel UKL Polsek Wanea Bersama Tim URC Tawon Lanang  Polsek Malalayang bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi tersebut.

Petugas saling koordinasi kemudian melakukan pengumpulan bahan keterangan, mengecek lokasi kejadian serta rumah sakit, dan mengamankan terduga pelaku ke Mako Polsek Wanea untuk menjalani proses pemeriksaan.

Ketua Lingkungan I Kelurahan Karombasan Utara, Steven Sekeon, yang datang ke lokasi setelah menerima informasi penikaman, menyebut saat dirinya tiba korban sudah dievakuasi warga ke rumah sakit, sedangkan terduga pelaku masih berada di lokasi.

Setelah itu Polisi Dalami Pemicu Penikaman

Catatan kepolisian menyebut korban dan Abdul Kodir memiliki hubungan keluarga dengan terduga pelaku. Korban dan Abdul Kodir diketahui bekerja di pabrik tahu di Kelurahan Kleak, sementara Alvulan berada di lokasi sebagai tamu.

“Kapolsek Malalayang AKP.Imanusel Lord Steven Taniowas.S.H Melalui Kanit Reskrim Polsek Malalayang Ipda I Made Sudarma Putra S.T.R.K Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk penyebab awal pertengkaran, dugaan pengeroyokan terhadap terduga pelaku, hingga terjadinya penikaman yang merenggut nyawa korban” Ujarnya

Kasus ini menjadi perhatian serius karena berawal dari persoalan yang diduga terjadi saat pesta miras, namun berakhir dengan hilangnya nyawa seorang pemuda.

Pihak kepolisian mengimbau keluarga korban dan masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri. Seluruh persoalan diminta diserahkan kepada aparat penegak hukum agar kasus tersebut dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Karena TKP kejadian terjadi di wilayah Hukum Polsek Malalayang.Terduga pelaku di Jemput Oleh Katim Tawon Lanang Aipda Jurawan Uadi dan Brigadir Pol Misdi dari Mako Polsek Wanea ke Mapolsek Malalayang,Beserta Barang bukti.

“Terduga pelaku suda di amankan di Mapolsek Malalayang”Ucap ka Tim Jurawan Uadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *