SULUT| zona-nesia.com — Pertemuan Hangat di Rumah Dinas, Gubernur dan MUI Sepakat menjalin kerja sama untuk kepentingan Umat.
Suasana hangat terasa di rumah dinas Gubernur Sulawesi Utara saat Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menerima kunjungan Ketua Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut, KH Abdul Wahab Abdul Gafur, Minggu (15/02/2026).
Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi ruang terbuka untuk meluruskan persepsi negatif dan mempererat silaturahmi guna meneguhkan komitmen kebersamaan.
Dalam suasana penuh keakraban, Ketua Dewan Pembina MUI Sulut mengakui bahwa komunikasi yang belum terbangun secara intens selama ini sempat menimbulkan, presefsi dan kesalah pahaman. Namun, dengan adanya pertemuan tersebut justru membuka ruang pemahaman baru.
“Dengan adanya komunikasi ini, semua jadi baik dan lurus. Apa yang terjadi sebelumnya, ternyata hanya miskomunikasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti gaya kepemimpinan gubernur yang di nilainya tidak kaku secara protokoler, melainkan terbuka dan mudah dijangkau.
“Rupanya Pak Gubernur ini bukan seorang yang terlalu protokoler. Kita tidak perlu selalu menunggu waktu resmi, tapi bisa membangun komunikasi secara langsung. Itu yang selama ini kami kurang pahami,” katanya.
Menurut Ketua MUI, keterbukaan tersebut menjadi modal penting dalam membangun hubungan yang lebih erat antara pemerintah dan umat, khususnya umat Islam di Sulawesi Utara.
“Saya melihat beliau sangat terbuka. Tidak ada yang ditutupi. Tinggal bagaimana kita membangun komunikasi yang baik,” tambahnya.
Ia pun memastikan, ke depan MUI Sulut akan mengagendakan silaturahmi bersama pengurus baru untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Gubernur Yulius Selvanus mengungkapkan bahwa tidak ada satu pun organisasi masyarakat yang luput dari perhatian pemerintah provinsi.
Ia mengatakan, dinamika yang terjadi lebih disebabkan oleh padatnya aktivitas pemerintahan yang kadang menghambat komunikasi.
“Tidak ada satu pun organisasi di Sulawesi Utara yang terlepas dari perhatian gubernur. Itu komitmen saya,” jelasnya.
Ia mengakui, kesibukan yang tinggi, baik di tingkat daerah maupun pusat, kerap menjadi kendala dalam menjalin komunikasi yang lebih intens.
“Kadang komunikasi terputus karena jadwal yang padat. Ketika komunikasi kurang, muncul persepsi yang tidak baik, padahal sebenarnya tidak ada masalah,” ucapnya.
Gubernur juga mengatakan bahwa pintu komunikasinya selalu terbuka, bahkan di luar waktu formal. Kalau perlu, jam dua pagi pun saya tetap terima,” ungkapnya.”
Lebih jauh, ia menyatakan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan MUI dalam menjaga kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Majelis Ulama Indonesia bekerja sama dengan pemerintah. Kita sama-sama menjaga umat dan rakyat, dari semua aspek.
Jika ini berjalan dengan baik, Sulawesi Utara akan semakin maju, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara moral dan spiritual,” tuturnya.
Pertemuan tersebut menjadi, penting bahwa dialog terbuka mampu mempersatukan, perbedaan persepsi. Di tengah dinamika yang ada, komunikasi yang hangat dan tulus menjadi kunci dalam menjalin, kebersamaan di Bumi Nyiur Melambai. (*)
