zonanesia.com,MANADO — Tim Bareskrim Mabes Polri dikabarkan menangkap seorang pengusaha asal Manado yang dikenal dengan nama Ko Johan. Penangkapan tersebut, disebut terkait dugaan keterlibatan dalam aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di sejumlah wilayah di Sulawesi.
Ko Johan diduga menguasai jaringan tambang ilegal yang beroperasi di wilayah Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), hingga Gorontalo. Aktivitas pertambangan tersebut disebut telah berlangsung cukup lama.
Sejumlah sumber menyebutkan, operasi tambang ilegal yang diduga dikendalikan Ko Johan selama ini berjalan relatif lancar. Hal itu diduga karena adanya praktik lobi dan komunikasi dengan berbagai pihak, sehingga aktivitas tersebut tidak banyak mengalami hambatan.
Di wilayah Boltim, aktivitas tambang ilegal yang diduga berkaitan dengan Ko Johan disebut berjalan tanpa gangguan. Bahkan muncul dugaan adanya komunikasi atau kedekatan dengan pihak aparat setempat.
Nama Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan juga disebut dalam sejumlah informasi yang beredar.
Saat media mengkonfirmasi hal tersebut ke Kapolres.
Kapolres memberikan Jawapan “Dulu memang ada PETI yang di lakukan Ko Johan akan tetapi Saya sudah tutup dan Policeline, memang Ko Johan suka jual-jual Nama Petinggi di APH.” ujar beliau.
Hal serupa juga disebut terjadi di k Bolsel. Aktivitas pertambangan tanpa izin yang diduga terkait jaringan Ko Johan disebut tetap berjalan. Muncul pula dugaan bahwa Ko Johan telah melakukan pendekatan kepada sejumlah pihak di daerah tersebut.
Saat dikonfirmasi oleh tim media, Kapolres Bolsel hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait informasi tersebut.
Sementara itu, pihak Bareskrim Mabes Polri belum merilis keterangan resmi mengenai detail penangkapan serta konstruksi perkara yang menjerat Ko Johan.
Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat aktivitas pertambangan ilegal di sejumlah wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya selama ini kerap menimbulkan kerusakan lingkungan serta konflik sosial di masyarakat.
