zonanesia.com – Linimasa media sosial (medsos) dihebohkan dengan video pengakuan seorang wanita, Indah Lestari yang diduga menjadi korban pelecehan di jalanan Sukabumi, Jawa Barat.
Melalui akun Instagram pribadinya, @indahlpyu, pada Rabu, 11 Maret 2026, Indah memperlihatkan wajah seorang kakek yang menjadi terduga pelaku dalam kasus ini.
Tidak hanya terkait pelecehan, kakek tersebut juga kedapatan membawa kapak saat hendak diamankan warga setempat.
Kapak yang dipegangnya yang terekam dalam video, juga menjadi bukti bagi korban yang sempat dapat ancaman pembunuhan menggunakan senjata tajam (sajam).
“Tidak menyangka dia bawa kampak. Kalau berani tangan kosong! Tolong bantu cari,” tulis korban dalam postingannya.
Lantas, bagaimana sebenarnya insiden yang dialami wanita asal Sukabumi itu hingga akhirnya viral di medsos? Berikut ulasannya.
Situasi Genting Pelaku vs Warga
Dalam video tersebut, korban tampak merekam seorang pria yang diduga pelaku.
Sambil menunjuk ke arah pria tersebut, Indah memperlihatkan situasi yang membuatnya panik dan ketakutan.
Korban mengaku sempat mengalami tindakan tidak senonoh ketika pria itu mencoba memegang bagian tubuhnya.
Tak berhenti di situ, pelaku tampak mengeluarkan kapak dan diduga hendak menyerang korban dan warga yang mencoba mengamankan situasi.
“Muka pencabulan, muka pembunuhan, hampir mau dibunuh gara-gara kakek ini,” beber korban dalam postingan lainnya.
Terlihat pula seorang pengendara sepeda motor di jalan raya tersebut juga hampir terkena kapak yang dilayangkan terduga pelaku.
Korban Lapor Polisi
Terkait insiden ini, korban juga sempat menunjukkan kondisi kakinya yang terluka, diduga akibat insiden tersebut.
Usai kejadian, Indah langsung berupaya melaporkan peristiwa ke aparat kepolisian.
Korban sempat menghubungi layanan darurat sebelum mendatangi Polsek Cicurug, lalu diarahkan membuat laporan lebih lanjut ke Polres Sukabumi agar penanganan lebih lengkap.
Hingga berita ini terbit, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi maupun identitas pria yang diduga sebagai pelaku pelecehan dan ancaman pembunuhan.
Kendati demikian, sebagian kalangan berharap aparat segera melakukan penyelidikan untuk memastikan fakta di balik peristiwa sekaligus memberikan perlindungan kepada korban.***
