Hendra Jacob Sentil PT MSM, Prioritaskan Keselamatan Rakyat!

Spread the love

zonanesia.com – SULUT – Ambruknya ruas jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan Kota Bitung kembali memicu keresahan masyarakat, khususnya warga yang bermukim di kawasan lingkar tambang Likupang–Bitung.

Peristiwa terbaru yang terjadi pada Minggu (7/6/2026) itu disebut sebagai kejadian ketiga kalinya dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat terkait faktor penyebab kerusakan berulang pada jalur vital yang menjadi akses utama mobilitas warga dan distribusi barang.

Menanggapi kondisi tersebut, Tokoh Masyarakat Sulawesi Utara, Hendra Jacob, S.IP., yang akrab disapa HJ atau Naga Hitam dan juga menjabat sebagai Ketua Pertina Sulut, angkat bicara.

HJ meminta PT Meares Soputan Mining (MSM) untuk tidak hanya berorientasi pada target produksi semata, tetapi juga memperhatikan kepentingan masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas perusahaan.

“Jangan hanya mengejar hasil produksi. Kepentingan rakyat harus menjadi prioritas. Buktikan bahwa PT MSM adalah perusahaan yang bermartabat dan memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya,” tegas Hendra Jacob.

Lebih lanjut, HJ menilai kejadian ambruknya jalan nasional yang berulang kali terjadi tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

Menurutnya, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai penyebab kerusakan yang terus berulang.

“Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang transparan. Jika memang ada aktivitas yang berpotensi memberikan dampak terhadap lingkungan maupun infrastruktur, maka harus dilakukan kajian terbuka dan melibatkan pihak independen. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat tidak boleh dikorbankan,” lanjutnya.

Menurut sejumlah warga yang ditemui tim investigasi media, kerusakan jalan yang terjadi saat ini diduga berkaitan dengan aktivitas kendaraan bertonase besar yang melintasi jalur tersebut. Meski demikian, hingga kini belum ada hasil kajian resmi yang menyimpulkan penyebab pasti ambruknya ruas jalan tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah bersama instansi teknis terkait segera melakukan penelitian dan investigasi komprehensif guna mengungkap faktor penyebab kerusakan jalan serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Tak hanya persoalan infrastruktur, warga juga menyampaikan sejumlah keluhan lain yang disebut telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Salah satunya terkait dugaan dampak aktivitas blasting atau peledakan di area pertambangan sekitar Tasiam Kecil.

Beberapa warga mengaku aktivitas peledakan tersebut pernah menyebabkan kerusakan pada rumah mereka akibat material batu yang terlontar saat blasting berlangsung. Selain itu, getaran yang ditimbulkan juga disebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang tinggal di sekitar area pertambangan.

Warga berharap seluruh keluhan yang selama ini disampaikan dapat menjadi perhatian serius pemerintah maupun perusahaan, sehingga keberadaan investasi di daerah tetap berjalan seiring dengan perlindungan terhadap keselamatan, lingkungan, dan hak-hak masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *