Boltim, zona-nesia.com – Kinerja Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tengah menjadi sorotan tajam publik. Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si, bersama Kasat Reskrim IPTU Jerry Tambunan, dinilai belum menunjukkan ketegasan dalam menangani laporan masyarakat terkait dugaan pengrusakan dan pembakaran di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Tobongon, Kecamatan Modayag.
Meski laporan resmi telah disampaikan sejak beberapa waktu lalu, hingga kini penanganan kasus tersebut dinilai jalan di tempat.
Para pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengrusakan dan pembakaran belum tersentuh proses hukum dan masih bebas beraktivitas di lapangan.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai komitmen aparat penegak hukum dalam menegakkan keadilan di wilayah Boltim.
Sejumlah warga yang mengaku menjadi korban menyebut mengalami kerugian materi, namun hingga kini belum mendapatkan kepastian hukum.
Situasi tersebut kian memicu krisis kepercayaan publik. Bahkan, di kalangan masyarakat berkembang dugaan adanya ketidaktegasan aparat, hingga muncul isu kongkalikong antara oknum aparat dengan pihak-pihak tertentu yang diduga menjadi penyokong aktivitas PETI.
“Kalau Polres Boltim tidak mampu menangani laporan kami secara profesional dan transparan, maka kami akan membawa persoalan ini ke Polda Sulawesi Utara,” tegas salah satu warga korban, yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sementara itu, Tim Redaksi yang melakukan penelusuran di lapangan memperoleh informasi dari sejumlah sumber terkait dugaan adanya aliran upeti dari aktivitas PETI Tobongon, termasuk dari penggunaan pompa dan kegiatan penambangan ilegal lainnya.
Bahkan, beredar informasi mengenai adanya pembicaraan khusus antara salah satu bos tambang ilegal berinisial Mamu/Papu dengan pihak tertentu.
Dalam rekaman yang beredar di kalangan masyarakat, disebutkan adanya dugaan permintaan uang sebesar Rp500 juta.
Uang tersebut diklaim sebagai syarat agar police line dibuka dan aktivitas tambang kembali berjalan.
Dugaan tersebut dalam rekaman disebut-sebut mengarah pada permintaan oknum tertentu di jajaran Polres Boltim.
Namun demikian, seluruh informasi tersebut masih berupa dugaan dan memerlukan klarifikasi resmi dari pihak berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, Polres Bolaang Mongondow Timur belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus dugaan pengrusakan dan pembakaran di PETI Tobongon, maupun menanggapi berbagai dugaan serius yang berkembang di tengah masyarakat.
